POLMAN — Antusiasme pesepak bola muda di Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar) terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 216 orang dalam ajang pencarian bakat PSM Makassar Academy. Kegiatan ini menjadi titik awal rangkaian seleksi yang akan menyasar 12 daerah di Pulau Sulawesi.
Direktur Teknik PSM Academy, Akbar Rasyid, memimpin langsung proses pemantauan di Stadion S. Mengga. Ia didampingi tim pelatih seperti Coach Erik, Coach M. Ilham, dan legenda Juku Eja, Syamsul Chaeruddin.
Mengapa Polman Jadi Lokasi Pertama Seleksi?
Akbar Rasyid menjelaskan, Polman sengaja dipilih sebagai daerah pertama dari 12 titik penjaringan bakat musim ini. Alasannya, potensi pemain muda di wilayah Sulawesi Barat dinilai belum tergarap maksimal.
"Talent Identification ini diselenggarakan untuk menjaring anak-anak potensial dari berbagai daerah yang ada di Pulau Sulawesi," ujar Akbar di sela kegiatan, Sabtu (30/5/2026).
Setelah Polman, seleksi akan berlanjut ke Malili, Palopo, Sidrap, Bulukumba, Makassar di Sulawesi Selatan. Kemudian Manado dan Kotamobagu di Sulawesi Utara, Kendari dan Kolaka di Sulawesi Tenggara, serta Palu dan Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah.
Ardan Aras: Mantan Pemain yang Kini Jadi Anggota DPRD
Kehadiran dua bersaudara mantan pilar PSM Makassar, Irsyad Aras dan Ardan Aras, turut menyemarakkan hari pertama seleksi. Ardan Aras dipercaya sebagai koordinator seleksi lokal.
Saat ini, Ardan Aras juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar. Ia memberikan motivasi kepada para peserta untuk tampil maksimal.
"Saya menyampaikan ke para peserta untuk menampilkan penampilan yang maksimal di lapangan. Kita tentu berharap banyak talenta muda Polman yang bisa berhasil lolos ke PSM Academy musim ini," pungkas Ardan.
Komitmen PSM Academy: Fokus pada Putra Daerah Sulawesi
Akbar Rasyid menegaskan, seleksi musim ini hanya berpusat di Pulau Sulawesi. Langkah ini merupakan komitmen manajemen untuk memaksimalkan potensi putra daerah.
"Kami ingin lebih banyak lagi talenta-talenta muda asal Sulawesi yang nantinya bisa berkompetisi di level profesional," tegasnya.
Proses seleksi di Stadion S. Mengga diprediksi berlangsung ketat. Ratusan anak harus unjuk gigi di depan tim pemantau demi mengamankan tiket menuju akademi sepak bola terbaik di Indonesia Timur tersebut. Hasil seleksi akan diumumkan setelah rangkaian di 12 daerah rampung.