MAMUJU TENGAH — Kelangkaan oli motor yang melanda bengkel-bengkel kecil di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen. Kenaikan mencapai Rp10.000 per botol membuat pengendara di wilayah pelosok, seperti Kecamatan Karossa, kian kesulitan mendapatkan pelumas berkualitas.
Apa penyebab utama kelangkaan oli di Mamuju Tengah?
Pemicu utama adalah kemacetan rantai pasok dari distributor ke toko grosir di pusat kecamatan. Alimuddin, pemilik bengkel motor di Desa Lara, Kecamatan Karossa, mengungkapkan bahwa pasokan dari pusat grosir suku cadang kini dibatasi. “Sekarang suplai oli dibatasi dari pusat grosir suku cadang. Kita yang bengkel kecil ini sering tidak kebagian karena modal terbatas untuk berebut stok,” katanya.
Mengapa biaya logistik ikut mendorong kenaikan harga?
Selain pasokan yang seret, biaya distribusi menjadi beban tambahan. Armada pengangkut suku cadang dan pelumas mengeluhkan harga solar eceran yang mahal dan sulit didapat. Ongkos angkut yang membengkak ini kemudian dibebankan ke harga modal oli yang dibeli bengkel. “Ongkos angkut barang naik karena solar untuk mobil pengirimnya juga mahal dan susah didapat. Akhirnya, biaya itu dibebankan ke harga modal oli yang kami beli,” tambah Alimuddin.
Siapa yang paling terdampak dan bagaimana nasib usaha bengkel kecil?
Bengkel kecil di desa-desa seperti di Kecamatan Karossa menjadi pihak yang paling tertekan. Dengan modal terbatas, mereka tidak mampu membeli stok dalam jumlah besar saat harga melonjak. Jika kondisi ini terus berlanjut, para pelaku usaha mikro di sektor otomotif khawatir terpaksa menutup usahanya karena kehabisan pelumas untuk melayani pelanggan. Warga berharap ada intervensi dari dinas terkait untuk menstabilkan harga logistik di Mateng.
Berapa besar kenaikan harga oli yang dirasakan konsumen?
Kenaikan harga eceran di bengkel kecil mencapai Rp10.000 per botol. Lonjakan ini merupakan akumulasi dari penyusutan modal bengkel, kuota distributor yang macet, dan biaya solar yang naik. Dampaknya, warga pengendara motor di pelosok kesulitan mendapat pelumas berkualitas dengan harga terjangkau.
FAQ: Pertanyaan Umum soal Kelangkaan Oli di Mamuju Tengah
Apakah kelangkaan oli hanya terjadi di Kecamatan Karossa?
Berdasarkan laporan, Kecamatan Karossa menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Namun, efek domino dari kemacetan distribusi dan mahalnya biaya logistik berpotensi meluas ke wilayah lain di Mamuju Tengah jika tidak segera ditangani.
Kapan harga oli diperkirakan kembali normal?
Belum ada kepastian waktu. Selama harga solar eceran masih tinggi dan pasokan dari distributor belum lancar, harga oli di bengkel kecil diperkirakan akan tetap bertahan di level yang lebih mahal.
Apa yang bisa dilakukan warga yang kesulitan membeli oli?
Warga diimbau untuk sementara waktu mencari alternatif bengkel yang masih memiliki stok dengan harga wajar, atau menunda pembelian jika tidak mendesak. Masyarakat juga didorong untuk menyampaikan keluhan ke dinas perindustrian dan perdagangan setempat agar ada langkah stabilisasi harga.