SULAWESI BARAT — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal Juni. Mengacu data pasar hingga pukul 09.38 WIB, mata uang Garuda kehilangan 0,33 persen nilainya dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi Rp 17.864 per dollar AS ini menjadi level terlemah dalam beberapa pekan terakhir.
Kurs Dollar di BCA: Selisih Tipis di e-Rate, Lebar di TT Counter
BCA menawarkan beberapa jenis kurs untuk transaksi valas hari ini. Untuk nasabah yang bertransaksi melalui e-Banking, e-Rate beli berada di Rp 17.878 per dollar AS, sementara kurs jual di level Rp 17.898. Artinya, selisih atau spread antar kurs beli dan jual hanya 20 poin.
Namun, untuk transaksi tunai melalui teller atau bank notes, spread-nya melebar signifikan. BCA mematok kurs beli di Rp 17.690 dan kurs jual di Rp 17.940 per dollar AS. Nasabah perlu waspada terhadap selisih ini jika bertransaksi dalam jumlah besar.
Mandiri: Kurs Khusus untuk Transaksi Besar di Atas Rp 400 Juta
Bank Mandiri (BMRI) juga menyediakan skema kurs khusus. Untuk transaksi reguler melalui TT Counter, kurs beli tercatat Rp 17.640 dan kurs jual Rp 17.940 per dollar AS. Sementara untuk transaksi bank notes, posisi beli sedikit lebih rendah di Rp 17.625, dengan kurs jual Rp 17.925.
Khusus nasabah dengan transaksi di atas 25.000 dollar AS (setara lebih dari Rp 446 juta), Mandiri menawarkan special rate. Pada skema ini, kurs beli berada di Rp 17.865 dan kurs jual di Rp 17.895 per dollar AS. Spread yang lebih ketat ini bisa menguntungkan korporasi atau individu dengan kebutuhan valas besar.
BNI: Simak Dua Kategori Kurs yang Berlaku
Bank Negara Indonesia (BBNI) menetapkan kurs dengan pola serupa. Untuk transaksi e-Rate, posisi beli di Rp 17.878 dan jual di Rp 17.898. Sementara untuk transaksi TT Counter dan bank notes, kurs beli berada di level Rp 17.690 dan kurs jual di Rp 17.940 per dollar AS.
Perlu dicatat, seluruh kurs yang dipublikasikan ini bersifat indikasi dan dapat berubah selama proses transaksi. Bank juga mewajibkan penyampaian dokumen underlying untuk transaksi valas tertentu, sesuai ketentuan Bank Indonesia.
Mengapa Rupiah Terus Melemah Meski IHSG Menguat?
Fenomena divergensi antara pasar saham dan nilai tukar terjadi pagi ini. IHSG yang menguat ke 6.217 menunjukkan masih ada optimisme di pasar modal. Namun, penguatan dollar AS secara global masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah.
Bagi importir atau perusahaan yang memiliki utang dalam dollar AS, pelemahan ini jelas menambah beban biaya. Sebaliknya, eksportir justru diuntungkan karena penerimaan dalam dollar AS bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.
Siapa yang Paling Terdampak Pelemahan Rupiah Hari Ini?
Masyarakat yang berencana bepergian ke luar negeri atau membayar layanan dalam dollar AS akan merasakan dampak langsung. Begitu pula dengan pelaku bisnis yang melakukan pembayaran impor. Sementara itu, nasabah yang hanya menyimpan rupiah di bank tidak akan terpengaruh secara langsung, namun daya beli terhadap barang impor berpotensi menurun.
Kapan Waktu Terbaik untuk Bertransaksi Valas?
Tidak ada patokan pasti, namun nasabah disarankan memantau pergerakan kurs secara real-time melalui e-Banking masing-masing bank. Transaksi dengan nominal besar sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu ke cabang untuk mendapatkan special rate yang lebih kompetitif.