Keikutsertaan Raffasya Hisyam W., putra dari Nurul Farasmy—Kepala Subbidang Promosi, Informasi, dan Investasi Daerah Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat—di ajang ini menjadi pintu masuk promosi budaya. Nurul yang sedang cuti tahunan untuk mendampingi putranya justru aktif memperkenalkan Sandeq ke masyarakat internasional.
“Ajang internasional seperti ini bukan hanya tempat menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga kesempatan baik untuk memperkenalkan identitas budaya daerah,” ujar Nurul dalam keterangan yang diterima redaksi.
Apa Itu Sandeq dan Mengapa Jadi Ikon Sulawesi Barat?
Sandeq adalah perahu layar tradisional masyarakat Mandar dengan desain ramping dan layar khas. Perahu ini dikenal sebagai perahu tradisional tercepat di dunia. Bukan sekadar alat transportasi laut, Sandeq melambangkan semangat keberanian, ketangguhan, dan kerja keras masyarakat pesisir Sulawesi Barat.
Melalui cendera mata yang dibagikan, Nurul menjelaskan bahwa Sandeq mencerminkan kearifan maritim yang diwariskan turun-temurun. Hingga kini, perahu ini terus dilestarikan melalui kegiatan budaya dan promosi daerah.
Antusiasme Peserta Asing dan Apresiasi Pemprov Sulbar
Peserta dari berbagai negara menunjukkan ketertarikan saat menerima cendera mata bergambar Sandeq. Mereka mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan filosofi perahu tersebut, serta mengapresiasi upaya memperkenalkan budaya lokal di forum internasional.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, mengapresiasi inisiatif itu sebagai bagian dari diplomasi budaya. Menurutnya, setiap momentum internasional harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan potensi daerah.
“Kegiatan ini sejalan dengan misi Gubernur Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Generasi muda diharapkan tidak hanya meraih prestasi internasional, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkuat citra positif Indonesia,” kata Gemilang.
Harapan ke Depan: Sandeq Makin Dikenal Dunia
Partisipasi di International STEAM Olympiad 2026 di Roma diharapkan menjadi langkah awal pengenalan Sandeq sebagai ikon budaya dan identitas maritim Sulawesi Barat ke panggung global. Diplomasi budaya ini sekaligus memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai daerah yang kaya warisan budaya dan potensi pariwisata.