Pencarian

Harga Emas Tertekan Suku Bunga Tinggi The Fed, Peluang Kenaikan 25 bps Capai 58%

Jumat, 22 Mei 2026 • 08:13:01 WIB
Harga Emas Tertekan Suku Bunga Tinggi The Fed, Peluang Kenaikan 25 bps Capai 58%
Harga emas spot hanya naik tipis di tengah tekanan suku bunga tinggi The Fed.

SULAWESI BARAT — Logam mulia gagal memanfaatkan momentum pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Harga emas spot hanya naik tipis 0,1 persen ke USD4.547,54 per ons pukul 01.04 WIB, setelah terperosok hingga 1 persen di awal sesi. Kontrak berjangka AS untuk pengiriman Juni malah ditutup melemah 0,1 persen di USD4.542,50 per ons.

Tekanan utama masih datang dari sikap hati-hati investor terhadap arah suku bunga acuan AS. Data FedWatch Tool CME Group menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada 2026 melonjak jadi 58 persen, naik signifikan dari 48 persen sehari sebelumnya. Ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pelemahan Dolar dan Minyak Jadi Bantalan Sementara

Dolar AS mulai memangkas penguatannya dari level tertinggi enam pekan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 0,2 persen, mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga.

"Koreksi harga minyak dan pelemahan dolar jadi sentimen konstruktif bagi emas dalam jangka pendek," kata Vice President Zaner Metals, Peter Grant. Namun ia mengingatkan investor masih belum sepenuhnya yakin karena upaya perundingan sebelumnya kerap gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama.

Konflik Timur Tengah dan Dampaknya ke Inflasi Global

Sejak perang meletus akhir Februari, harga emas telah merosot lebih dari 14 persen. Konflik di kawasan Teluk mengganggu jalur pelayaran Selat Hormuz, memicu lonjakan harga energi global. Harga minyak sempat bergerak liar sebelum akhirnya melemah akibat belum jelasnya prospek penyelesaian perang antara AS, Israel, dan Iran.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral di bawah tekanan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. "Situasi ini masih jadi penghambat utama penguatan emas dalam waktu dekat," ujarnya.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat, Tapi Prospek Emas Masih Terbatas

Harga perak spot naik 0,9 persen ke USD76,63 per ons, platinum bertambah 0,6 persen ke USD1.962 per ons, dan paladium melonjak 1,1 persen ke USD1.384,50 per ons. Meski demikian, emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik masih kesulitan mencatat reli besar pada periode suku bunga tinggi.

Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Selama prospek kenaikan suku bunga The Fed masih terbuka, pergerakan emas diperkirakan tetap terbatas dalam kisaran sempit. Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks