SULAWESI BARAT — Setelah sempat menggunakan format Sprint pada musim lalu, Grand Prix Belgia 2026 kembali ke format akhir pekan tradisional. Kepastian ini menjadi angin segar bagi penggemar yang merindukan drama panjang di trek legendaris yang sudah masuk kalender F1 sejak 1950 itu. Spa bahkan sudah mengamankan tempatnya hingga 2031 lewat kesepakatan rotasi jangka panjang dengan Formula One.
Efek Tow dan Ancaman di Tikungan Pertama
Salah satu titik paling krusial terjadi sejak lampu start padam. Jarak dari posisi pole ke zona pengereman pertama di Tikungan 1 (La Source) hanya 150 meter — terpendek ketiga musim ini setelah Baku (90m) dan Las Vegas (111m).
Setelah melewati La Source, para pembalap langsung dihadapkan pada efek tow atau slipstream yang masif di Kemmel Straight. Pada lap pertama, mobil di belakang bisa melaju jauh lebih cepat dengan memanfaatkan aliran udara dari beberapa mobil di depannya. Ini menjadi peluang emas sekaligus jebakan mematikan.
Beban Ban Tertinggi Sepanjang Musim
Sirkuit dengan 19 tikungan (10 kiri, 9 kanan) ini menuntut performa maksimal dari ban. Tingkat keausan dan beban kerja ban (tyre duty) di Spa tercatat sebagai salah satu yang tertinggi sepanjang musim. Beban tersebar merata di keempat sudut mobil akibat kombinasi tikungan kecepatan tinggi dan kompresi vertikal ekstrem di Eau Rouge dan Raidillon.
Rekor Lap yang Siap Dipecahkan
Dua rekor penting menjadi tolok ukur kecepatan di Spa. Rekor lap resmi saat balapan masih dipegang Sergio Perez dengan catatan waktu 1:44.701 yang dicetak pada 2024. Sementara itu, catatan waktu tercepat mutlak secara keseluruhan dipegang Oscar Piastri dengan waktu fantastis 1:40.510 pada sesi SQ3 musim 2025.
Dengan regulasi dan aerodinamika mobil baru di musim 2026, rekor-rekor tersebut berpotensi pecah akhir pekan ini.
Jadwal Nonton F1 Belgia 2026
Rangkaian sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan utama akan berlangsung mulai Jumat hingga Minggu. Pastikan tidak melewatkan aksi jet darat di trek terpanjang kalender F1 ini.