SULAWESI BARAT — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi memimpin langsung panen raya di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menggunakan dua metode: panen manual dan combine harvester.
Penerapan alat modern itu menjadi simbol percepatan mekanisasi pertanian yang diyakini mampu mendongkrak produktivitas. "Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata," ujar Siti Hediati dalam keterangannya.
BULOG: Stok Beras 5,4 Juta Ton, Serapan Gabah Capai 80 Persen Target
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, capaian sektor pangan nasional merupakan hasil kerja bersama. "Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah," ungkapnya.
Menurutnya, angka itu tidak terlepas dari peran Tim Jemput Gabah BULOG, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Pupuk Indonesia. Hingga semester I 2026, BULOG telah menyerap 3,2 juta ton gabah dari target 4 juta ton. "Dengan HPP gabah sebesar Rp6.500 sesuai Instruksi Presiden, kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia," jelas Ahmad Rizal.
Bantuan Langsung untuk Petani dan Anak-Anak di Sentra Pangan
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI itu, BULOG menyerahkan bantuan berupa timbangan digital dan paket sembako untuk Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN). BUMN pangan juga memberikan alat tulis bagi anak-anak di sekitar kawasan pertanian.
Langkah ini merupakan wujud komitmen BULOG mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat di sentra produksi pangan. Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta jajaran pemerintah daerah setempat.
Sinergi antara DPR RI, pemerintah, BUMN, dan petani diharapkan semakin memperkuat ekosistem pertanian nasional. Target jangka panjangnya: mempercepat swasembada pangan menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan, dengan fondasi harga yang menguntungkan petani di hulu.