Pencarian

Musda V Demokrat Sulbar: 9 Tokoh Lintas Profesi Berlabuh, Herman Khaeron Sebut Partai Masih Digandrungi

Sabtu, 23 Mei 2026 • 23:30:25 WIB
Musda V Demokrat Sulbar: 9 Tokoh Lintas Profesi Berlabuh, Herman Khaeron Sebut Partai Masih Digandrungi
Musyawarah Daerah V Partai Demokrat Sulbar di d’Maleo Hotel Mamuju berlangsung dengan kehadiran sembilan tokoh lintas profesi.

MAMUJU — Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Barat yang digelar Sabtu (23/5) di d’Maleo Hotel Mamuju tak hanya menjadi ajang peralihan kepengurusan. Agenda ini berubah menjadi panggung konsolidasi politik yang memperlihatkan pengaruh partai berlambang mercy itu di kawasan timur Indonesia.

Setidaknya sembilan nama disebut bergabung dalam gelombang baru ini. Mereka adalah Andi Bebas Manggazali, Hamsah Sunuba, Nurdin Pasokkori, Abdul Waris Bestari, Fajar Bora, Muhammad Dahlan Farhat, Zadrak To’tuan, Muhammad Yusri, dan Aco Takdir. Kombinasi latar belakang mereka—mulai dari mantan pejabat publik hingga aktivis pemuda—menjadi sinyal bahwa Demokrat mulai dipandang sebagai rumah politik yang stabil.

Mengapa Demokrat Mulai Dilirik Tokoh Daerah?

Ketua DPD Demokrat Sulbar, Suhardi Duka, menyebut faktor utama yang menarik para tokoh adalah kultur internal partai yang minim gesekan. Menurutnya, dalam 15 tahun terakhir Demokrat Sulbar tidak memiliki konflik berkepanjangan yang biasa menggerus partai politik lain.

“Yang pertama karena kedekatan saya dengan mereka. Yang kedua, mereka melihat Partai Demokrat ini low profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik-konflik,” ujar Suhardi Duka.

Pernyataan ini kontras dengan realitas fragmentasi politik nasional yang kerap membuat kader berpindah-pindah partai. Stabilitas organisasi menjadi nilai tawar tersendiri di tengah tingginya dinamika menjelang kontestasi daerah.

Tema “Demokrat Kuat, Sulbar Pabeta” Jadi Motor Baru

Musda V mengusung tema “Demokrat Kuat, Sulbar Pabeta”, yang merupakan turunan dari agenda besar DPP: “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”. Kehadiran Sekjen Herman Khaeron bersama jajaran elite pusat mempertegas bahwa peta politik Sulbar dinilai strategis bagi partai.

“Saya senang sekali. Artinya selama ini Demokrat betul-betul memberikan dampak positif terhadap rakyat dan masyarakat di Sulawesi Barat. Ciri sebuah partai digandrungi dan dirasakan kehadirannya adalah ketika banyak tokoh ingin turut serta,” kata Herman Khaeron.

Ia menambahkan, antusiasme para tokoh itu menunjukkan bahwa Demokrat masih mendapat tempat di hati masyarakat. Bukan sekadar sebagai kendaraan politik, melainkan sebagai wadah yang memberikan dampak nyata.

Strategi Jangka Panjang: Bukan Sekadar Figur

Masuknya tokoh-tokoh tersebut memperlihatkan bahwa Demokrat tidak hanya mengandalkan popularitas figur sesaat. Suhardi Duka menekankan bahwa partainya membangun kekuatan politik di atas fondasi organisasi yang solid dan terbuka.

“Kami menjaga kultur politik yang cair, terbuka, dan jauh dari konflik. Itu yang mereka suka,” ucapnya.

Dengan struktur yang diperkuat dan barisan yang diisi wajah-wajah baru, Demokrat Sulbar kini memasuki fase persiapan menghadapi dinamika politik daerah dan nasional. Konsolidasi ini menjadi modal awal untuk memperluas jaringan serta menjaga loyalitas kader hingga ke tingkat tapak.

Bagikan
Sumber: reportase.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks