POLEWALI MANDAR — Aktivitas perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mendadak berhenti saat gempa bumi terjadi sekitar pukul 09.09 Wita. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang tengah bekerja langsung berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
"Terasa sekali getarannya. Kebetulan saya lagi di kantor, langsung semua lari keluar karena takut," ujar Imma, seorang ASN Pemkab Polman, kepada wartawan.
Getaran Terasa Seperti Diayun
Menurut Imma, guncangan berlangsung selama beberapa detik dan cukup kuat hingga membuat pintu-pintu ruangan bergetar serta mengeluarkan suara. Meski demikian, tidak ada barang atau perabot kantor yang jatuh akibat gempa tersebut.
"Cukup lama terasa getarannya. Rasanya seperti diayun-ayun," ungkapnya.
Pusat Gempa di Laut, Kedalaman 13 Km
Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil menjelaskan, gempa bumi ini memiliki parameter magnitudo 4,7. Pusat gempa terletak di koordinat 3,76 Lintang Selatan dan 119,02 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 50 kilometer selatan Polewali Mandar dengan kedalaman 13 kilometer.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 4,7," kata Nasrol dalam keterangan resminya.
Dipicu Sesar Naik Selat Makassar
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Selat Makassar segmen Somba. Guncangan dirasakan di beberapa wilayah dengan skala intensitas berbeda.
Di Majene, Polewali Mandar, Parepare, dan Pinrang, guncangan mencapai skala III-IV MMI. Sementara itu, gempa juga terasa dengan skala II-III MMI di Sidrap, Mamuju, Pangkep, Makassar, dan Gowa.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," imbuh Nasrol.