Pencarian

IHSG Rebound 1,92% ke 6.037, Net Sell Asing Capai Rp437 Miliar di Tengah Sentimen Rating Utang

Selasa, 14 Juli 2026 • 08:50:01 WIB
IHSG Rebound 1,92% ke 6.037, Net Sell Asing Capai Rp437 Miliar di Tengah Sentimen Rating Utang
IHSG ditutup menguat 1,92 persen ke level 6.037, didorong oleh kenaikan saham berkapitalisasi besar.

SULAWESI BARAT — Kenaikan IHSG kemarin didorong oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 4,17%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 2,87%, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melesat 7,69%. Di sisi lain, tekanan datang dari PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CTBN) yang turun 6,54% dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melemah 2,89%.

Sembilan Sektor Hijau, Basic Industry Paling Perkasa

Dari 11 sektor industri, sembilan di antaranya berakhir di zona positif. Sektor Basic Industry memimpin dengan kenaikan 2,96%, sementara sektor Health menjadi satu-satunya yang terkoreksi signifikan sebesar 0,26%. Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan jual bersih Rp412,50 miliar di pasar reguler.

S&P Global Pertahankan Rating, Proyeksi Ekonomi 2026 di 5,1%

Keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan prospek stabil menjadi katalis utama. Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,10% pada 2026 dan rata-rata 4,90% selama 2026-2029. Defisit fiskal diproyeksikan kembali di bawah 3% terhadap PDB mulai 2027.

Respons positif terlihat dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,10% dan MSCI Indonesia yang naik 2,24%. S&P menilai posisi utang pemerintah dan utang luar negeri Indonesia relatif terkendali dibandingkan negara dengan peringkat serupa. Prospek peningkatan penerimaan negara dan ekspor seiring membaiknya harga komoditas turut menjaga biaya pendanaan perusahaan tetap stabil, terutama bagi sektor perbankan, properti, infrastruktur, dan utilitas.

ARCI Temukan Kadar Emas Hingga 25,18 Gram per Ton

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melaporkan realisasi eksplorasi sepanjang semester I 2026 dengan investasi sekitar USD5,60 juta. Perseroan telah menyelesaikan 157 titik pengeboran dengan total kedalaman sekitar 45 kilometer di tambang emas Toka Tindung, Sulawesi Utara. Hasil pengeboran kuartal II 2026 mencatat kadar emas tertinggi mencapai 25,18 gram per ton pada interval 3,10 meter di kedalaman 285,80-288,90 meter. Saat ini, cadangan emas ARCI mencapai sekitar 3,90 juta ons dengan kadar rata-rata 1,20 gram per ton.

RMKE Gelar Stock Split 1:5, Jumlah Saham Melonjak Jadi 21,88 Miliar

PT RMK Energy Tbk (RMKE) bersiap melaksanakan stock split dengan rasio 1:5 setelah mendapat persetujuan Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan berubah menjadi 21,88 miliar saham dari sebelumnya 4,38 miliar saham. Nilai nominal saham disesuaikan menjadi Rp20 per saham dari sebelumnya Rp100 per saham. Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 16 Juli 2026, sedangkan distribusi saham hasil stock split dijadwalkan pada 21 Juli 2026.

Rekomendasi Saham: BIPI hingga BULL

Berikut rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini berdasarkan analisis teknikal: BIPI (Buy 134-136, TP 138-145, SL 129), OASA (Buy 306-312, TP 316-324, SL 290), ERAA (Buy 346-350, TP 354-364, SL 332), RAJA (Buy 4500-4520, TP 4580-4650, SL 4230), dan BULL (Buy 328-334, TP 338-342, SL 306).

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks